Jombang Is Amazing

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

cursor

Free Flaming Soccer Ball Cursors at www.totallyfreecursors.com

Wisata Religi yang Cuma Ada di Jombang


Jombang merupakan sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur yang dikenal sebagai kota santri. Di Jombang sendiri memang terdapat banyak pesantren, seperti Ponpes Darul Ulum Peterongan, Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar dan Ponpes Tebu Ireng. Jadi tidak heran dengan banyaknya pondok pesantren di kota ini, Jombang dianggap sebagai kota santri. Namun, meskipun dijuluki kota santri, keharmonisan antar umat beragama bagi kota ini tetap dijunjung tinggi, loh. Meskipun berbeda-beda tetap satu juga, dong.
Sebagai saksi bisu sejarah perkembangan berbagai agama di kota ini, berikut 7 tempat wisata religi di Jombang yang wajib banget kamu kunjungi, sekaligus bisa belajar menghargai perbedaan:

Kompleks Makam K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Wachid Hasyim, K.H. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur )



Kompleks  makam tiga ulama besar ini berada di sekitar area Pondok Pesantren Tebuireng, tepatnya di Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Pesantren ini didirikan oleh K.H. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 M. Beliau juga merupakan salah satu pendiri organisasi islam Nadhatul Ulama. Lalu ada makam putera dari K.H. Hasyim Asy’ari, yang tak lain adalah K.H. Wachid Hasyim. Beliau adalah Menteri Agama pertama yang ada di Republik Indonesia. Selain itu disana juga terdapat makam K.H Abdurrahman Wahid yang biasa kita kenal sebagai Gus Dur, Bapak Pluralisme Indonesia sekaligus Presiden ke empat Indonesia.
Kompleks makam 3 Ulama yang memiliki peran sangat penting dalam mengembangkan islam di Indonesia ini memang selalu terbuka bagi masyarakat umum, tidak dikenakan biaya sedikit pun bagi pengunjung.

Makam Sayyid Sulaiman



Sayyid Sulaiman adalah salah satu penyebar agama Islam di daerah Jombang pada masa Majapahit. Setiap malam Jum’at Legi, area makam ini selalu ramai oleh orang-orang yang mengaji dan mencari ketenangan. Kompleks Makam Sayid Sulaiman luasnya sekitar dua hektar itu sebenarnya terletak persis di perbatasan antara Dusun Rejo Slamet dan Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.
Makam Sayyid Sulaiman sering kali dikunjungi para peziarah dengan berbagai kepentingan, ada yang mengaku ingin mendapat berkah, ingin segera mendapatkan jodoh, ingin sukses usahanya dan lain-lain. Entah benar atau tidak, entah bisa dipercaya atau tidak, namun masyarakat tetap berbondong-bondong menyambanginya.
Perjuangan Sayid Sulaiman dalam menyebarkan Islam di kawasan timur Pulau Jawa juga tidak perlu diragukan. Sayid Sulaiman sangat berjasa dengan mendirikan pesantren Sidogiri yang merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur.

Makam Maulana Sayyid Ismail



Kompleks Makam Sayyid Maulana Isma’il terbilang masih sangat sederhana karena memang Makam Sayyid Maulana Isma’il berada di area pemakaman penduduk. Namun, aura ketenangan dan hawa spiritual masih cukup terasa di sekitar area makam salah satu tokoh agama di Desa Janti Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang ini.
Cerita di balik penemuan makam ini pun terbilang cukup mistis. Penemuan makam Sayyid Maulana Isma'il berawal dari mimpi yang dialami oleh seorang penduduk sekitar yang berkunjung ke makam Sayyid Sulaiman. Berkali-kali ia ditegur di dalam mimpinya dan disuruh untuk lebih mengutamakan sosok tetua yang makamnya berada tak jauh dari rumahnya. Karena berkali-kali mendapat mimpi yang sama, ia pun mulai mencari tahu. Kebetulan, kampungnya memang hendak melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan makam. Di situlah ia menemukan makam Sayyid Maulana Isma'il. Salah seorang penduduk juga tanpa sengaja menemukan sumber air yang berada di dekat makam.

Makam Gunung Kuncung Jombang



Wisata Makam Gunung Kuncung Jombang adalah salah satu tempat wisata ziarah. Gunung puncung secara nyata tidaklah berbentuk gunung. Mungkin karena lokasinya berada di daerah pegunungan, tepatnya gunung Anjasmoro. Gunung Puncung adalah nama salah satu pemakaman yang terletak di desa Wonorejo, kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Menurut cerita rakyat, Gunung Puncung adalah makam orang yang memiliki kesaktian tinggi sehingga dihormati orang banyak sehingga tempat ini sering menjadi rujukan orang-orang yang berdoa dan ngalap berkah dari alam ghaib. 
Mengenai kegaiban Gunung Puncung, ada beberapa versi cerita yang berbeda. Yang pertama adalah dari umat Islam yang datang kesana murni untuk ziarah kubur dan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. Lalu yang kedua adalah Islam abangan yang bertujuan mencari kekayaan dari sana. Keduanya memiliki ritual yang berbeda. Secara detailnya tidak ada yang tahu pasti bagaimana cerita sebenarnya.

Gereja Kristen Jawi Wetan



Gereja ini berlokasi di Mojowarno, Kabupaten Jombang. Gereja yang beraliran calvinisme ini dibangun pada tahun 1879 dan diresmikan pada 3 Maret 1881 dengan menghabiskan dana sekitar 25000 gulden. Gereja ini juga merupakan salah satu gereja Kristen tertua di Indonesia.  Gereja Kristen Jawi Wetan mempunyai peranan penting dalam menyebarkan agama Kristen Protestan pada zaman pemerintahan kolonial Belanda. Gereja ini menjadi pusat penyebaran agama Kristen Protestan pada jaman Belanda. Sayangnya, gereja ini tidak terbuka untuk umum, hanya dibuka pada waktu ada ibadah. Namun selain sebagai tempat ibadah, tempat ini juga dijadikan sebagai pusat Unduh –Unduh. Sebuah tradisi atau syukuran karena panen telah tiba. Tradisi biasanya ada di bulan Mei dan berisikan karnaval yang mana masing-masing pesertanya membawa bawang hasil panenan.

Klenteng Hon San Kiong



Klenteng Hong San Kiong ini berada di Desa Gudo, Kabupaten Jombang,sehingga lebih dikenal dengan nama Klenteng Gudo. Klenteng ini sudah didirikan sejak abad ke-17 dan merupakan klenteng tertua di Jombang. Klenteng ini menjadi tempat ibadah agama Tri Dharma yang meliputi Taoisme, Buddha, Konghucu. Dan selain itu juga difungsikan sebagai tempat pengobatan medis yang dibuka untuk umum.
Hal menarik lainnya adalah klenteng ini merupakan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Klenteng Hong San Kiong juga memiliki perlengkapan wayang potehi, yang merupakan kesenian khas akulturasi Jawa dan Tionghoa. Setiap hari raya Imlek tiba, akan diadakan pagelaran yang ramai dikunjungi oleh wisatawan yaitu Barongsay dan Wayang Potehi.

Sendang Made



Sendang Made sendiri terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu. Konon tempat dulu ini merupakan tempat meditasi Raja Airlangga beserta istri. Selain itu tempat ini juga pernah dipakai sebagai tempat peristirahatan Raja Brawijaya dan prajuritnya.
Disekitar Sendang Made terdapat sendang-sendang yang lebih kecil seperti Sendang Payung, Sendang Padusan, Sendang Drajat, Sendang Sinden dan Sendang Omben. Sampai saat ini Sendang Made masih terawat dan masih alami. Ukurannya sekitar 8 x 11 meter. Para warga sekitar meyakini bahwa sendang ini digunakan sebagai tempat memandikan pusaka di jaman Majapahit.
Warga setempat percaya sendang-sendang tersebut membawa berkah bagi para Sinden sehingga rutin setiap tahun Disporabudpar Jombang menyelenggarakan Kum-Kum Sinden. Ritual tersebut adalah ritual untuk mewisuda para Sinden yang telah selesai menempuh pendidikan dan berhak atas gelar Waranggana. Tidak hanya Pesinden Jombang saja, tapi banyak Sinden dari luar kota juga yang datang.












Share:

Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Jombang Jawa Timur

Pondok Pesantren Terbaik dan Terbesar di Jombang Jawa Timur


Kabupaten Jombang adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, di tempat inilah Pendiri NU terlahir, Yaitu KH. HASYIM ASY'ARI dan Putranya KH. Abdurrahman Wahid yang telah menjadi Presiden RI ke-4.


Di kabupaten Jombang banyak terdapat pondok pesantren yang telah mendidik Santri Putra Putri dari penjuru Indonesia. Di bawah ini kami telah merangkum daftar pondok pesantren Terbesar dan Terpopuler di Jombang yang masih berkembang sampai sekarang :


1. PONDOK PESANTREN TEBUIRENG


Lokasi : Jl. Irian Jaya No.10, Cukir, Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471


Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tahun 1899. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Seiring dengan perjalanan waktu, santri yang berdatangan menimba ilmu semakin banyak dan beragam. Kenyataan tersebut telah mendorong Pondok Pesantren Tebuireng beberapa kali telah melakukan perubahan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan.

Sebagaimana pesantren-pesantren pada zaman pendiriannya, sistem pengajaran awal yang digunakan adalah metode sorogan(santri membaca sendiri materi pelajaran kitab kuning di hadapan guru), serta metode weton atau bandongan atau halqah (kyai membaca kitab dan santri memberi makna). Semua bentuk pengajaran tersebut tidak dibedakan dalam jenjang kelas.

Kenaikan tingkat pendidikan dinyatakan dengan bergantinya kitab yang khatam (selesai) dikaji dan diikuti santri. Materi pelajarannya pun khusus berkisar tentang pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at dan bahasa Arab.


2. PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM TAMBAK BERAS



Lokasi : Jl. Kyai Haji Wahab Hasbullah, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61451

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang merupakan salah satu pondok pesantren dan terbesar di Jawa Timur. Hingga saat ini pondok ini masih bertahan di tengah-tengah kecenderungan kuat sistem pendidikan formal.

Dengan kultur mandiri, dekat dengan masyarakat, sederhana, dan adaptif, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang terus melakukan pengembangan bersama-sama dengan dinamika dan global, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur kepesantrenan, berpegang pada prinsip al-muhafadhah 'al al -qadim al-shalih wa al-akhdhu bi al-jadid al-ashlah dengan di bawah sinaran prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal-Jama'ah ala NU.

Salah satu upaya yang telah dilakukan di tengah-tengah lembaga pendidikan formal, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang hingga saat ini telah membangun 18 unit pendidikan formal mulai dari tingkat pra sekolah sampai dengan perguruan tinggi.



Selain itu, Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri adalah Makkah, Syiria, dan Al-Azhar Kairo.

Secara struktural, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Yayasan ini berdiri sejak tahun 1966 melalui Akte Notaris nomor 03 tanggal 06 September 1966 dihadapan notaris Soembono Tjiptowidjojo mantan wakil notaris di Mojokerto.


3. PONDOK PESANTREN MAMBA'UL MA'ARIF DENANYAR



Lokasi : Jl. KH. Bisri Syansuri, Denanyar Selatan, Denanyar, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419

Ponpes Denanyar dirintis oleh KH Bisri Syansuri (Mbah Bisri) sekitar tahun 1917. Beliau adalah ulama kelahiran Jawa Tengah. Seusai menimba ilmu agama, beliau mendirikan ponpes di desa Denanyar. Pada awalnya ponpes hanya dikhususkan bagi santri putra.

Karena pada saat itu, tidak lazim, ada santri putri mondok di ponpes. Namun, Mbah Bisri akhirnya dengan seizin gurunya mulai membuka ponpes untuk santri putri pada tahun 1921. Selanjutnya, dua tahun kemudian, yaitu mulai tahun 1923, Mbah Bisri membuka sistem pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD) Mambaul Huda.



Yang selanjutnya berganti nama menjadi Mambaul Maarif. Mulai saat itu, ponpes Denanyar juga dikenal dengan nama ponpes Mamba’ul Ma’arif.

Sebagai kelanjutan dari sistem pendidikan dasar, maka harus ada pendidikan lanjutan. Maka pada tahun 1925, dibukalah Madrasah Tsanawiyah Putra. Disusul dengan Madrasah Tsanawiyah Putri pada tahun 1958. Kemudian, pada tahun 1962 dibuka Madrasah Aliyah Putra Putri. Akhirnya berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 24 tahun1969, lembaga Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah yang sebelumnya masih berstatus swasta menjadi negeri, yaitu MTsN dan MAN.

Tetapi sebagai upaya untuk terus meningkatkan pengembangan institusi pendidikan masa kini dan masa depan, maka didirikanlah Madrasah Tsanawiyah Mambaul Ma’arif (status swasta) tahun 1993. Kemudian Madrasah Aliyah Mambaul Ma’arif (status swasta) pada tahun 2000.

Dengan menggunakan sistem kurikulum terpadu yang mengacu pada kurikulum tetap dan kurikulum pesantren dengan spesifikasi ilmu-ilmu agama, bahasa Arab, bahasa Inggris. Ada juga sekolah kejuruan dengan nama SMK Bisri Syansuri yang mulai dibuka pada tahun 1999.

Disamping itu, Yayasan Mambaul Ma’arif juga mendirikan institusi pendidikan penunjang sebagai peletak tata nilai Islam dalam mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Diantaranya : Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah serta lembaga Bahasa Arab dan Inggris (LBAI).



4. PONDOK PESANTREN DARUL ULUM PETERONGAN


Lokasi : Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur

Pesantren yang dirintis pertama kali oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1885 ini dengan upaya serta kerja keras sehingga terwujudlah salah satu lembaga pendidikan islam yaitu Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso) yang secara bahasa Darul berarti Gudangsedangkan 'Ulum, jamak dari ilmu yang berarti ilmu-ilmu, sehingga secara garis besar Darul 'Ulum memiliki arti “Gudangnya Ilmu-ilmu”, yang filosofinya tampak jelas dalam nama pondok pesantren tersebut. Sehingga, sampai detik ini Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso) masih dipercaya untuk mengayomi para santri dari penjuru Nusantara kurang lebih sekitar 5000 santri yang menimba ilmu di sana.

Seiring dengan perjalanan waktu, santri yang berdatangan menimba ilmu semakin banyak dan beragam. Kenyataan tersebut telah mendorong Pondok Pesantren Darul 'Ulum (Rejoso) beberapa kali telah melakukan perubahan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan.



Sebagaimana pesantren-pesantren pada zaman pendiriannya, sistem pengajaran awal yang digunakan adalah metode sorogan (santri membaca sendiri materi pelajaran kitab kuning di hadapan guru), serta metode weton atau bandonganatau halqah (kyai membaca kitab dan santri memberi makna).

Selain itu Pondok Pesantren Darul Ulum (Rejoso) memiliki unit pendidikan terlengkap di Indonesia. Dari Jenjang Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.


5. PONDOK PESANTREN LUHUR NUR HASAN  PERAK


Lokasi : desa Gading Mangu Perak, Jombang, Jawa Timur,

Pondok Pesantren Gading Mangu Perak Jombang adalah salah satu pusat pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia, yang menekankan pada pengajaran Al Quran dan Al Hadist serta pembentukan akhlakul karimah generasi muda. Pondok Pesantren ini berada di desa Gading Mangu Perak, Jombang, Jawa Timur, berlokasi 400 meter masuk ke utara Pasar Jeruk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Pondok Pesantren Gading Mangu saat ini menampung sebanyak 3.500 siswa, terbagi atas 1950 santri putra dan 1.550 santri putri, berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia. Dari jumlah santri tersebut sebanyak 1.139 orang bersekolah di SMU Budi Utomo, 917 orang duduk di bangku SMK Budi Utomo dan 806 orang menjadi siswa SMP Budi Utomo.

Gading Mangu mulai beroperasi tahun 1952 dan memiliki fasilitas antara lain gedung asrama putri, gedung asrama putra, aula, wisma tamu, dapur umum dan pusat kegiatan siswa yaitu Masjid Baitul Antiq, diresmikan oleh Bupati Jombang H. Soewoto Adiwibowo tanggal 7 Januari 1997.


Akhir Kata Terimakasih Wssalamualaikum wr. wb.


Share:

Asal Usul Jombang



ASAL usul nama Jombang, sebuah kabupaten di Jawa Timur, konon tidak terlepas dari pertarungan Kebo Kicak Vs Surontanu. Seperti apa ceritanya?

Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur.
Jombang dikenal dengan sebutan Kota Santri.

Seperti dikutip dari Wikipedia, pada masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang kini Kabupaten Jombang merupakan gerbang Majapahit. Gapura barat adalah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, sedang gapura selatan adalah Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. 
Dalam logo Kabupaten Jombang, memang terdapat gerbang dan benteng yang melambangkan bahwa zaman dahulu Jombang adalah benteng Majapahit (Mojopahit) sebelah barat. 

Hingga kini banyak dijumpai nama-nama desa/kecamatan yang diawali dengan prefiks mojo-, di antaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojotrisno, Mojongapit, dan sebagainya. Salah satu peninggalan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.

Menyusul runtuhnya Majapahit, agama Islam mulai berkembang di kawasan, yang penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Seiring dengan melemahnya pengaruh Mataram, Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC pada akhir abad ke-17, yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-18.

Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Trowulan (pusat Kerajaan Majapahit), masuk dalam kawedanan (onderdistrict afdeeling) Jombang.

Alfred Russel Wallace (1823-1913), naturalis asal Inggris yang memformulasikan Teori Evolusi dan terkenal dengan Garis Wallace, pernah mengunjungi dan bermalam di Jombang saat mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Tahun 1910, Jombang memperoleh status kabupaten, memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto. Raden Adipati Arya Soeroadiningrat menjadi bupati pertama. Dia juga biasa disapa Kanjeng Sepuh atau Kanjeng Jimat. Dia juga merupakan keturunan ke-15 dari Prabu Brawijaya V, Raja terakhir Majapahit.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan Jombang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Lantas, dari mana asal nama Jombang? Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut di kalangan masyarakat Jombang, hal ini tak lepas dari sosok Kebo Kicak dan Surontanu.

Dalam cerita itu disebutkan, Kebo Kicak adalah seseorang yang dikutuk orangtuanya sehingga memiliki kepala kebo atau kerbau.

Setelah berkepala kerbau dengan tetap berbadan manusia, Kebo Kicak berguru kepada seorang kiai sakti mandraguna. Bertahun-tahun belajar pada kiai tersebut, Kebo Kicak menjadi orang soleh. 

Lantas, siapa Surontanu? Konon, di sebuah kadipaten Kerajaan Majapahit yang kelak disebut Kabupaten Jombang, terdapat seorang perampok sakti bernama Surontanu. Dia adalah penjahat nomor satu dan paling ditakuti masyarakat sekitar Jombang. Tidak ada satu orang pun yang mampu menangkap Surontanu.

Alkisah, huru-hara di masyarakat didengar oleh Kebo Kicak. Atas perintah sang guru, Kebo Kicak turun gunung untuk menghentikan kejahatan Surontanu. 

Setelah berpetualang beberapa hari, Kebo Kicak berhasil menemukan Surontanu. Tanpa panjang lebar, keduanya beradu kesaktian. Setelah bertarung beberapa lama, Surontanu terdesak. Dia melarikan diri hingga ke sebuah rawa yang terdapat banyak tanaman tebu. Dengan kesaktiannya, Surontanu berhasil masuk ke rawa tebu. Kebo Kicak menyusul masuk ke rawa yang sekarang terletak di wilayah Jombang.

Namun, Surontanu dan Kebo Kicak yang masuk ke dalam rawa tebu tidak pernah kembali lagi. Entah apa yang terjadi dengan mereka. Hingga sekarang, masyarakat tak menemukan jasad maupun makam mereka.

Ada versi lain terkait Kebo Kicak. Salah satu versinya mengisahkan bahwa Kebo Kicak adalah sosok kesatria. Dia mengobrak-abrik Kerajaan Majapahit untuk mencari ayah kandungnya yang bernama Patih Pangulang Jagad.

Setelah bertemu Patih Pangulang Jagad, Kebo Kicak diminta menunjukkan bukti bahwa dia benar-benar anak sang Patih. Cara membuktikannya tak mudah. Kebo Kicak diminta mengangkat batu hitam di Sungai Brantas. Dalam upayanya itu, Kebo Kicak harus berkelahi dengan Bajul Ijo 
Usaha Kebo Kicak membuahkan hasil. Setelah berhasil membuktikan bahwa dirinya anak kandung Patih Pangulang Jagad, Kebo Kicak diberi wewenang menjadi penguasa wilayah barat.

Ambisi kekuasaan yang tinggi membuat Kebo Kicak tak pernah puas. Dia bertarung dengan saudara seperguruannya, Surontanu, demi memperebutkan pusaka banteng milik Surontanu.

Konon, pertempuran kedua orang tersebut berlangsung amat dahsyat. Saat keduanya bertarung, muncul cahaya ijo (hijau) dan abang (merah). Dari penggabungan kata ijo dan abang tersebut muncul sebutan Jombang.

Kini, warna hijau dan merah tua begitu mencolok dalam logo Kabupaten Jombang. Warna dari perisai berarti perpaduan dua warna Jo dan Bang (ijo dan abang) sama dengan Jombang.

Warna hijau bermakna kesuburan, ketenangan, dan kebaktian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara, warna merah berarti keberanian, dinamis dan kritis. 

Tapi, ada pula yang menyebut ijo mewakili kaum santri (agamis), sementara abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). 

Sumber: https://daerah.sindonews.com/read/1038435/29/kisah-di-balik-nama-kabupaten-jombang-1440843938
Share:

Tokoh-Tokoh Terkenal dari Jombang



JOMBANG juga terkenal dengan para tokoh-tokoh terkemuka, check this


A. Kategori Pahlawan Nasional


1. K.H. Wahab Hasbullah: Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama.


2. K.H. Hasyim Asy’ari: Pendiri organisasi Nahdatul Ulama dan Pondok pesantren Tebuireng. Pernah pula menjabat sebagai Ketua MIAI dan Ketua Masyumi.


3. K.H. Wahid Hasyim: Anggota BPUPKI termuda, salah satu penandatangan Piagam Jakarta, penasihat Panglima Sudirman, Ketua PBNU, Menteri Agama RI.




B. Kategori Sosial Politik

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Presiden ke-IV Republik Indonesia, Bapak Bangsa, Tokoh pluralism.

2. R. Samadikun: Gubernur Jawa Timur periode 1949 – 1958


3. K.H. M. Yusuf Hasyim (Pak Ud): Tokoh NU, Pendiri Partai Kebangkitan Umat


4. Shinta Nuriyah: First Lady Presiden Republik Indonesia ke IV


5. H. Imam Utomo Soeparno: Gubernur Jawa Timur periode 1998-2003 dan periode 2003-2008.Imam Utomo sebelumnya pernah menjabat sebagai Panglima Kodam V Brawijaya 1995-1997.


6. Drs. H. Choirul Anam (Cak anam): Mantan Jurnalis Majalah TEMPO Era Orde Baru. Aktivis NU, Mantan Ketua DPW Jatim GP Ansor. Mantan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur. Sekarang Ketua Tanfidz Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama Dan pimpinan umum Harian Duta Masyarakat.





C. Kategori Agama dan Kemasyarakatan

1. Prof. Dr. Nurcholis Madjid (Cak Nur): “Bapak Bangsa”, cendekiawan Muslim, tokoh Islam moderat.

2. K.H. Ir. Salahuddin Wahid (Gus Sholah): Aktivis HAM, tokoh NU, politisi, mantan calon wakil presiden.


3. K.H. Abu Bakar Ba’asyir: merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Al Mu’min, Ngruki Solo.





D. Kategori Militer

1. Marsekal TNI (Purn) Rilo Pambudi: Mantan KSAU) dan Duta Besar RI di Spanyol.

2. Laksamana Muda TNI Moekhlas Sidik, MPA: Panglima Armada TNI Kawasan Timur.

\

3. Mayjen TNI Songko Purnomo: KAS KOSTRAD.


4.Marsekal TNI Slamet Subiyanto: Mantan KSAL


5. Irjen Pol Drs. Timur Pradopo: Kapolda Jawa Barat 2008





E. Kategori Seni, budaya, Olahraga, Pemuda, Buruh dan Lingkungan

1. Emha Ainun Nadjib (Cak Nun): Budayawan yang terkenal dengan sebutan kyai “mbeling”

2. Wardah Hafidz: Aktivis perempuan pejuang HAM.


3. Asmuni: Pelawak grup Srimulat.


4. Gombloh: Musikus legendaris Indonesia, pencipta lagu-lagu nasional.


5. Cak Durasim: Seniman yang melestarikan kesenian ludruk yang merupakan asli dari Jombang.


6. Abidah El-Khalieqy: Novelis Indonesia dengan salah satu karyanya “Perempuan Berkalung Sorban” yang juga telah diangkat ke dalam film layar lebar.





TERIMAKASIH,
WASSALAIKUM WR. WB.

Sumber: http://adicandra436.blogspot.com/2016/03/jombang-dan-tokoh-tokoh-yang-terkenal.html










Share:

Recent Posts

Pages